Html/Javascript


SELAMAT DATANG DI BLOGEE SAYA

Kamis, 20 November 2014

Manfaat dan Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal


“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR. Muslim).
Sungguh beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini sungguh keutamaan yang luar biasa. Marilah kita melaksanakan puasa tersebut demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah.
Yang harus kita perhatikan adalah lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ (tanggungan) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah.
Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas, Nabi saw. mengatakan, “Barangsiapa berpuasa ramadhan”. Jadi apabila puasa ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.
Apabila seseorang menunaikan puasa syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi saw. tadi, “Barangsiapa berpuasa ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)
Ibnu Rojab ra. menyebutkan beberapa manfaat puasa enam hari di bulan Syawal, di antaranya:

Pengertian Puasa Sunnah, Macam dan Ketentuannya

Puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (as saabiqun al muqorrobun). Lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan cinta Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi,

Sahur, Imsak dan Berbuka Termasuk Adab dalam Berpuasa

 
Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat Islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / Shubuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.
Sewaktu berpuasa disunatkan bagi orang yang berpuasa menjaga adab-adab  dan tata tertib sebagai berikut; 

Keutamaan Puasa dan Rukun-Rukunnya

 
Sambutlah dan persiapkanlah diri kita menyongsong tibanya bulan yang penuh ampunan, rahmah dan barakah ini, beberapa hari lagi. Selama Ramadhan blog jadipintar.com akan memperbanyak materi postingan tentang shalat, puasa dan ZIS, insyaallah. Mudah-mudahan Allah berkenan memanjangkan umur kita, serta memberikan kekuatan, kemudahan dan kelancaran dalam beribadah di bulan Ramadhan, amin.

Ash-shiyam atau berpuasa secara bahasa berarti menahan diri, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

Pengertian Puasa, Jenis, Syarat, Hikmah, Niat dan Imsyak

Saum (Bahasa Arab: صوم, transliterasi: Sauwm) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. 
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.